Desa Breaking Featured

Penggeledahan Kantor Desa Tekasire Oleh Kejari Dompu Berlangsung Ricuh

Share berita ini
Penggeledahan Kantor Desa Tekasire Oleh Kejari Dompu Berlangsung Ricuh
Penggeledahan Kantor Desa Tekasire Oleh Kejari Dompu Berlangsung Ricuh
Dompu,NTB.Tangkapupdate24jam.my.id. Momen menegangkan terjadi di Kantor Desa Tekasire, Kecamatan Manggelewa,saat penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Do...

Dompu,NTB.Tangkapupdate24jam.my.id. Momen menegangkan terjadi di Kantor Desa Tekasire, Kecamatan Manggelewa,saat penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu melakukan penggeledahan dan pemeriksaan sejumlah dokumen terkait kasus pengadaan tanah lapangan sepak bola yang bersumber dari anggaran DD yang di laporkan warga pada tahun 2025 lalu

 

Pengadaan tanah lapangan sepak bola tersebut hasil temuan Inspektorat terdapat potensi kerugian negara dan kini statusnya telah di naikkan oleh Kejari Dompu dari penyelidikan menjadi penyidikan. 

 

Tujuan dari penggeledahan yang dilakukan oleh Tim Penyidik Kejari Dompu untuk mencari, mengumpulkan, serta mengamankan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus tersebut yang merupakan bagian dari proses penyidikan.

 

Saat Tim penyidik Kejari Dompu melakukan proses penyidikan di dalam kantor Desa Tekasire warga berdatangan dan mengepung lokasi bahkan sempat terjadi tarik menarik antara warga Desa Tekasire dengan Tim penyidik Kejari Dompu memperebutkan dokumen yang telah di kumpulkan Kejari. 

 

Di tengah ketegangan tersebut warga merebut sebagian dokumen yang di kumpulkan oleh tim penyidik Kejari dalam sebuah box sedangkan untuk sebagian lainnya telah di amankan oleh penyidik.

 

Tidak hanya sampai disitu warga juga melakukan Aksi spontanitas pemblokiran jalan utama lintas Bima-Dompu-Sumbawa yang berada di depan Kantor Desa Tekasire dengan membakar ban dan kayu.

 

Aksi tersebut mengganggu arus lalu lintas dan menyebabkan kemacetan panjang dari dua arah.

 

 Di tengah aksi warga Desa Tekasire menyampaikan protes terhadap langkah Kejaksaan Negeri Dompu dan Inspektorat Kabupaten Dompu agar jangan mempersoalkan pengadaan tanah yang selama ini telah dimanfaatkan sebagai lapangan sepak bola oleh masyarakat.

 

"Sebagai masyarakat Desa Tekasire kami hanya meminta agar persoalan pengadaan tanah ini jangan terus di permasalahkan hingga berlarut-larut." Harapan masyarakat 

 

Tanah ini sudah lama kami manfaatkan sebagai lapangan sepak bola jadi kami berharap tolong jangan jadikan masyarakat Desa sebagai korban dan kami meminta agar Inspektorat maupun Kejati untuk meninjau kembali hasil LHP itu yang mengatakan kerugian negara sebesar enam ratus lima puluh juta sekian untuk menjaga keseimbangan stabilitas di Desa Tekasire. Ungkapnya

 

Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan TNI-POLRI berupaya untuk melakukan pengamanan terbaik agar tidak ada korban dan pihak Kejari Dompu memilih untuk menghindar dengan meninggalkan Kantor Desa Tekasire.

 

 

(Reporter Dompu Dirman 86)