Desa Tanju: Di Tengah Zaman yang Semakin Individualis, Gotong Royong Tetap Menjadi Jati Diri Manusia Sejati.
Tanju.Dompu.NTB.TangkapUpdate24jam.my.id Di era yang serba modern ini, di mana teknologi semakin canggih, jarak terasa semakin dekat namun hati semakin menjauh. Kita hidup di zaman di mana orang-orang semakin sibuk dengan diri sendiri, semakin individual, semakin cuek dengan keadaan sekitar. Sering kali kita melihat orang lain kesulitan, kita berpaling. Sering kali ada tetangga yang berduka, kita membiarkannya melewati masa duka sendirian. Nilai-nilai kebersamaan yang dulu dijunjung tinggi, perlahan mulai pudar di banyak tempat. Namun, jauh di sebuah desa bernama Tanju, segala sesuatu berjalan berbeda. Di sini, ajaran luhur tentang memanusiakan manusia bukan sekadar ungkapan, melainkan napas kehidupan yang dijalani setiap hari.
🕊️ Saat Kesedihan Menjadi Milik Bersama
Di areal pemakaman Desa Tanju, suasana berbicara lebih banyak daripada kata-kata. Bukan hanya keluarga dekat yang hadir, bukan hanya kerabat yang datang — seluruh desa berbondong-bondong hadir. Laki-laki, tua muda, bahu-membahu menggali kuburan, mengurus segala keperluan, tanpa diminta, tanpa pamrih.
Yang menyentuh hati: banyak dari mereka datang langsung dari ladang dan kebun. Mendengar ada warga yang berpulang ke Rahmatullah, mereka meninggalkan pekerjaan, turun dari gunung, berhenti berladang — semata-mata untuk hadir dan membantu sanak saudara, tetangga, sesama warga desa. Di daerah lain, penggalian kuburan mungkin cukup dilakukan lima atau sepuluh orang. Di Tanju, semua yang bisa datang, datang. Mereka memahami bahwa saat seseorang berduka, seluruh desa ikut berduka. Itulah makna hidup bersama: sakit satu, sakit semua; bahagia satu, bahagia semua.
Tradisi ini bukan hal baru. Ia berakar kuat pada ajaran luhur Baginda Nabi Besar Muhammad ﷺ, di mana saling menyayangi, saling membantu, dan mengutamakan sesama di atas diri sendiri adalah bagian dari iman. Tradisi ini turun-temurun dijaga, dirawat, dan dihidupkan — menjadi bukti bahwa di tengah dunia yang semakin dingin, masih ada hati yang hangat.
⚽ Saat Kebersamaan Menjadi Bahagia Bersama
Di sisi lain, potret lain menceritakan semangat masa muda. Anak-anak muda Desa Tanju, yang biasanya menghabiskan waktu bermain bola dan meluapkan energinya, terlihat bersama lagi — bukan bermain, melainkan bekerja sama mengangkut gazebo atau rumah jagung, sebutan khas masyarakat Dompu. Dengan sukacita, tanpa mengeluh, bahu-membahu memikul beban bersama.
Inilah bukti nyata: kebersamaan bukan hanya saat berduka, tapi juga saat beraktivitas, saat bermain, saat bekerja. Anak-anak muda di sini tumbuh dengan pengajaran mulia: menghormati orang tua, peduli pada tetangga, dan mengutamakan kebersamaan di atas kepentingan sendiri. Orang tua tak henti-henti mengajarkan, dan anak-anak muda dengan senang hati mewarisi — bahwa menjadi manusia sejati bukan tentang seberapa banyak yang dimiliki, melainkan seberapa banyak yang bisa dibagikan dan dibantu.
🤲 Jati Diri Manusia: Hidup untuk Sama-Sama
Dua potret sederhana dari Desa Tanju ini menyampaikan pesan yang sangat dalam: bahwa inti dari kemanusiaan adalah saling memanusiakan. Bahwa menjadi manusia yang benar adalah hidup dengan saling bahu-membahu, saling menguatkan, dan tak pernah membiarkan sesama jatuh sendirian.
Di saat banyak daerah mulai melupakan tradisi ini, Desa Tanju tetap berdiri tegak menjaganya. Semoga kisah dari desa ini menjadi cahaya yang mengingatkan kita semua — bahwa kita diciptakan untuk saling bersaudara, bukan saling menjauh; untuk saling membantu, bukan saling mengabaikan. Semoga masyarakat Desa Tanju senantiasa diberkati, dan tradisi mulia ini terus lestari turun-temurun, menjadi teladan bagi kita semua, di mana pun kita berada.
"Manusia yang paling dicintai adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." — (HR. Bukhari)
Semoga tulisan ini menginspirasi setiap hati untuk kembali pada jati diri manusia: hidup bersama, saling peduli, dan selalu gotong royong. Karena pada akhirnya, kita adalah satu keluarga — manusia yang harus saling memanusiakan.
(Tim Investigasi Dompu)